Keberhasilan Anda dalam berbisnis tergantung pada kemampuan Anda untuk menjual. Bila Anda tidak suka melakukannya, Anda beruntung sekali membaca tulisan ini. Sekarang saatnya memperbaiki sikap buruk Anda. Mau tahu caranya?

One Big Leap

“Aku benci menjual.”
“Aku malu kalau harus menjual.”
“Malu-maluin aja, masa saya jualan?”

Kalimat itu seringkali muncul dari bibir orang yang tidak memahami seberapa kuatnya hubungan antara kemampuan menjual dengan kesuksesan berbisnis. Atau juga dari orang-orang yang belum punya pikiran untuk membangun bisnisnya sendiri. Suatu saat bila orang itu telah sadar, ia akan menarik kembali kata-katanya dan menyesali perbuatannya.

Bila dalam diri Anda sudah tertanam anggapan-anggapan negatif tentang menjual, tidak ada cara lain selain memperbaiki sikap Anda. Berikut ini Cara Menumbuhkan Motivasi Untuk Menjual oleh Geoffrey James, dikutip dari Inc (11/02/13):

Saya sudah mendengar kalimat tersebut ribuan kali, sering juga saya dengar dari kalangan pengusaha, padahal kesuksesan mereka tergantung pada kemampuan mereka untuk menjual ide, perusahaan, atau produk mereka.

Dan itu adalah hal yang memalukan. Karena jika Anda benci menjual, Anda tidak akan pernah bisa punya keahlian menjual yang mumpuni. Dan itu berarti setidaknya Anda akan kehilangan sumber pendapatan potensial (dari berdagang) dan kemungkinan terburuknya, kegagalan perusahaan yang Anda dirikan.

Berdasarkan pengalaman saya, pengusaha yang benar-benar senang menjual yang paling sukses. Steve Jobs misalnya, ia sangat pandai dalam mempromosikan produknya. Memperhatikan video-video Jobs pada acara-acara promonya, maka Anda benar-benar bisa merasakan rasa sukacitanya, tidak hanya pada produknya, tetapi juga pada caranya bercerita tentang produknya. Jobs suka menjual, tidak ada keraguan tentang hal itu.

Waktu untuk Penyesuaian Sikap

Ketika saya mewawancarai para CEO start-up, saya biasanya dapat memprediksi apakah suatu perusahaan mampu berkembang atau dari cara bicara CEO-nya tentang menjual. Bila mereka pikir menjual kunci kesuksesan, maka mereka akan melakukannya dengan baik. Bila mereka berpikir menjual adalah sebuah tugas, perusahaannya tidak akan banyak berkembang.

Jadi, bila Anda benci menjual, sudah semestinya bagi Anda untuk memperbaiki sikap tersebut, dan bahkan lebih baik lagi bila Anda menumbuhkan kecintaan pada proses penjualan. Dan mengenai itulah yang tulisan ini bicarakan.

Untuk membantu Anda menjalani proses ini, mari kita selami lebih dulu akar dari “kebencian” tersebut. Berdasarkan pengalaman saya, orang-orang “benci menjual” karena mereka memegang satu atau lebih dari beberapa keyakinan berikut:

Menjual itu manipulatif.
Banyak orang (termasuk pengusaha) menelan mentah-mentah anggapan bahwa penjualan adalah semua hal tentang bagaimana cara memanipulasi orang untuk membeli sesuatu yang sebenarnya tidak ingin  mereka beli. Dengan pemikiran ini, tenaga penjual yang khas adalah berbicara cepat-licin kepala. Siapa yang ingin menjadi seperti itu?

Menjual itu menjengkelkan.
Menjual kadang-kadang melibatkan email dan panggilan telepon berulang-ulang, keduanya cenderung tidak disukai. Semua orang pernah memiliki pengalaman tidak menyenangkan dengan penjual “hama” yang tidak bisa menerima penolakan. Mana ada orang yang ingin menjadi hama?

Menjual itu membosankan.
Kebanyakan pekerjaan bisnis menuntut kecepatan penuh dalam pengerjaannya, namun kemajuannya hanya dibatasi oleh banyaknya waktu yang Anda bersedia curahkan untuknya. Menjual, bagaimanapun juga melibatkan banyak “tarik-ulur”, karena calon pelanggan biasanya mempertimbangkan banyak hal sebelum mereka “kembali kepada Anda” dan memutuskan untuk membeli.

Bila Anda memegang satu saja dari tiga keyakinan tersebut, apalagi kalau semuanya, maka pantas saja tidak ada pilihan untuk tidak “benci menjual.”

Jadi cara untuk mengubah emosi Anda tentang penjualan adalah dengan cara melemahkan keyakinan lama dengan keyakinan baru yang berbeda, yang akan menghasilkan emosi yang berbeda.

Menjual adalah menolong.
Setelah Anda memutuskan tidak akan pernah menjual kepada sesuatu yang tidak dibutuhkan orang, Anda akan lebih mudah dalam melihat menjual untuk yang sebenarnya: membantu orang lain mendapatkan apa yang mereka inginkan. Seringkali pengertian menjual adalah semua hal yang membuat orang bahagia dengan cara menyediakan mereka apa yang benar-benar mereka butuhkan. Apakah itu bisa dibilang manipulatif?

Menjual adalah bersosialisasi.
Bila Anda memutuskan tidak akan mengganggu orang, apalagi pelanggan, Anda akan mampu melihat proses penjualan dari sudut pandang menambah relasi baru dan menjalin percakapan yang menarik tentang hal-hal yang Anda sukai. (Hei, bukankah itu alasan mengapa Anda berbisnis?) Selain menyenangkan untuk Anda, hal menyenangkan bagi orang lain juga.

Menjual adalah belajar.
Ketika Anda memutuskan untuk mempelajari hal-hal penting dalam setiap situasi penjualan, maka menjual akan menjadi jauh lebih menarik daripada menonton TV atau bermain game komputer. Tidak ada yang lebih menarik dari proses ketika orang-orang membuat keputusan. Pupuk rasa ingin tahu Anda dan Anda tidak akan pernah merasa bosan lagi.

Apakah hal-hal tersebut benar-benar mampu mengubah keyakinan Anda dan membuat Anda belajar mencintai penjualan. Oh, Anda menantang bertaruh. Saya adalah contoh yang sempurna.

Ketika saya memulai bisnis penulisan freelance lebih dari satu dekade yang lalu, saya takut menjual karena semua alasan di atas. Namun, saya segera tahu bahwa kesuksesan saya sama-sama tergantung pada kemampuan menjual maupun kemampuan menulis saya.

Bila Anda Tidak Menjual …

Waktu itu kebanyaan tulisan saya bertemakan teknologi, tapi seiring dengan waktu, ketika saya mulai belajar lebih banyak tentang penjualan, saya tertarik untuk mulai menulis tentang hal tersebut. Sekarang saya pikir menjual adalah salah satu bagian yang paling menarik dari dunia bisnis, karena jika tidak ada penjualan tidak terjadi, maka bisnis Anda tidak akan pernah ada.

Saya juga belajar bahwa penjualan sama saja seperti usaha manusia lainnya: Semakin banyak Anda melakukannya, semakin baik yang Anda dapatkan. Selain itu, pada saat menjual, dibutuhkan sedikit kerja ekstra untuk melatih Anda sepanjang perjalanan Anda. Dan pada akhirnya nanti, menjual akan terasa semudah menaiki sepeda, otomatis dan mudah. Juga menyenangkan.

Jadi, jika Anda masih benci menjual, saya sangat menyarankan agar Anda mengesampingkan keyakinan lama Anda dan mengubah sikap Anda. Setelah itu, suka atau tidak, Anda harus menjual supaya sukses. Belajar lah untuk menyukainya, dan Anda akan mencapai tujuan Anda jauh lebih cepat.

Geoffrey James, kolumnis blog sales-oriented yang paling banyak dikunjungi di dunia. Bukunya yang telah diterbitkan antara lain: Business to Business Selling: Power Words and Strategies From the World’s Top Sales Experts. (577)

Leave a Comment