Oleh Saefullah — 3 Zulkaedah 1434 / 8 September 2013 11:36

PENGUSAHA muda Muhammad Idrus menegaskan fundamental ekonomi Indonesia harus kuat untuk mencapai pertumbuhan berkualitas dan unggul dalam Asean Community 2015.

“Partisipasi masyarakat juga diperluas dalam kegiatan ekonomi. Dengan menyediakan hibah modal kerja kepada warga miskin yang bertekad untuk meningkatkan pendapatan keluarga, selain menggembleng keterampilan wirausaha. Disamping itu, insentif kredit murah bagi pengusaha mikro dan kecil di sektor unggulan. Dalam krisis moneter saat ini terbukti masyarakat kecil yang paling terkena dampak, tapi mereka akan survive dengan beragam cara,” ujar Idrus dalam dialog dengan pengusaha kecil di kawasan Jakarta Utara.

Pengurus BPP HIPMI Departemen Infrastruktur Laut dan Sungai itu melihat prioritas kebijakan nasional sering tak jelas. “Sebenarnya dua pertiga wilayah Indonesia itu lautan, sehingga potensi ekonomi maritim harus ditonjolkan, banyak sumberdaya laut/sungai belum dioptimal. Kita menyebut diri negara agraris, tapi kenyataannya lahan pertanian berkurang dialihfungsikan. Mestinya kita fokus dengan beberapa produk unggulan daerah tropis, seperti padi, jagung, rempah-rempah dan perkebunan teh atau kopi. Produk lain seperti kedelai, gandum atau daging sapi misalnya, diatur tata niaga impornya agar adil dan tidak mengancam kebutuhan rakyat,” jelas Idrus.

Idrus melihat peningkatan produksi pangan itu tanggung jawab Menteri Pertanian, sementara urusan impor pangan tugas Menteri Perdagangan. “Masalah kita sekarang impor telah menekan neraca perdagangan sehingga terjadi defisit, selain itu berefek mengurangi kesejahteraan petani, peternak dan pedagang produk terkait. Untuk mencegah defisit yang melebar dan memperkuat mata uang rupiah, cadangan devisa kita terkuras tinggal USD 93 miliar. Saatnya pemerintah tegas, terutama penentu kebijakan moneter (Gubernur BI) dan fiskal (Menkeu) agar tidak dipermainkan spekulasi pasar,” tandas Idrus yang juga Ketua Asosiasi Pedagang Valas se-Indonesia.

Walau sebagai pelaku pasar, Idrus memiliki nasionalisme tersendiri. Karena dalam kondisi ketidakpastian ekonomi yang diuntungkan hanya segelintir orang yang menguasai valas dan punya akses ke pemegang otoritas.

Para pedagang kecil menyampaikan keluhan tentang sulitnya mendapat bahan baku atau memasarkan produk dengan harga terjangkau pembeli. Karena itu, Idrus yang dicalonkan PKS untuk jadi anggota DPR RI dari daerah pemilihan DKI Jakarta melakukan advokasi kebijakan ekonomi rakyat.

“Harus jelas mana kebijakan yang benar-benar pro-rakyat kecil dan mana yang hanya menguntungkan pemburu rente, termasuk mereka yang menikmati margin keuntungan dengan terjadinya depresiasi rupiah,” ungkap seorang pengusaha kepada Idrus. Komitmen bersama memang harus dibangun sejak sekarang. [islampos]

Sumber: http://www.islampos.com/ketua-asosiasi-pedagang-valas-indonesia-gubernur-bi-dan-menkeu-harus-tegas-77435/ (636)

Leave a Comment