Tokoh pemuda Jakarta Utara, Muhammad Idrus, sangat prihatin dengan kondisi korban kecelakaan maut di jalan tol Jagorawi yang merenggut 6 warga tewas dan 9 luka-luka.

Hal itu, disaksikannya langsung tatkala takziyah ke rumah keluarga salah satu korban, Komarudin (42), di jalan Raya Pelabuhan, Lorong O gang 5 Rt 10 Rw 05, Koja, Tanjung Priok.

“Aparat harus memeriksa dan menghukum seadil-adilnya pelaku yang menyebabkan penderitaan korban dan keluarganya. Jangan ada diskriminasi, misalnya karena figur selebritas, karena itu melukai rasa keadilan masyarakat. Jika pelaku masih anak-anak, maka sang anak harus masuk pusat rehabilitasi sosial, sedang orangtuanya yang juga bertanggung-jawab. Mereka bisa dihukum karena memberikan fasilitas kepada pihak yang belum layak dan membiarkan anaknya melakukan tindakan berbahaya,” ujar Idrus, usai menemui Mak Acih (orangtua korban) dan Taufik (adik korban).

Almarhum Komarudin meninggalkan seorang isteri bernama Voni dan tiga anak yang masih kecil. Salah seorang anaknya telah meninggal beberapa waktu lalu, sehingga Mak Acih benar-benar berduka.

“Bang Komar ini tulang punggung keluarga, bekerja di PT Ardian Pura, perusahaan jasa ekspedisi di Pelabuhan Tanjung Priok. Jadi, dampak kecelakaan itu sangat luas, sehingga harus menjadi keprihatian semua pihak, terutama orangtua yang sibuk. Jangan manjakan anak-anak dengan berbagai fasilitas yang justru membahayakan dirinya dan orang lain,” ungkap Idrus, yang pernah menjadi Ketua Karang Taruna Cilincing.

Idrus kini menjabat CEO Kinan Group yang bergerak di bidang properti, manufaktur dan perdagangan valuta asing. Ia memberi santunan kepada Mak Acih dan keluarga. Sebagai Pembina Komunitas Jakarta Sehat (KJS), dia siap apabila keluarga korban membutuhkan layanan kesehatan darurat. Selama ini KJS memang membantu warga tak mampu dan mengelola RSIA Ibnu Sina dengan beberapa klinik cabangnya.

Dari rumah Komarudin, Idrus takziyah ke rumah korban bernama Agus Wahyudi Hartono (40) di Jalan Warakas I No 6 RT 004/002. Tapi, ternyata almarhum hanya mengontrak rumah, sedang isterinya tinggal di Bumi Ayu. Korban kecelakaan maut jelas rakyat biasa yang harus diadvokasi. Dua korban lain, Rizki Aditya Santoso (20) dan Agus Surahman (31)juga beralamat di Jakarta Utara. (1199)

Leave a Comment