JAKARTA-Perkembangan toko retail yang menyebar hingga peloksok kampung semakin mengkhawatirkan. Pasalnya, penyebaran minimarket yang tak terkendali dapat membunuh perekonomian rakyat kecil.

Warung-warung kelontong yang dikelola seadanya sulit bersaing dengan minimarket. Warung tradisional milik rakyat ini pun banyak yang terpaksa harus gulung tikar.

“Maraknya pembangunan toko retail modern jadi salah satu faktor yang memperparah ketimpangan ekonomi di perkotaan maupun di desa,” kata Anggota Asosiasi Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi), Muhamad Idrus dalam sebuah perbincangan di Jakarta, Kamis (3/4/2014).

Sayangnya, lanjut Idrus, kondisi ini dibiarkan oleh pemerintah daerah maupun pemerintah pusat. Pemerintah tampaknya kurang serius memproteksi perekonomian rakyat. “Ketimpangan ekonomi di Ibukota semakin parah akibat praktek kebijakan tak memihak rakyat,” katanya.

Merujuk data yang ada, ia menyebut perkembangan retail modern seperti Indomaret dan Alfamart yang menggurita. Menurutnya, saat ini ada sekitar 10.600 gerai Indomaret di seluruh Indonesia, 488 di antaranya berlokasi di Jakarta. Sedangkan Alfamart memiliki 8.557 gerai di seluruh Indonesia.

“Tragisnya, lokasi retail modern berdekatan dengan warung tradisional. Padahal barang yang dijual lebih beragam dan harganya pun lebih murah. Tentu warung kelontong kalah bersaing,” ujar Idrus. (dri)

Sumber:http://www.indopos.co.id/2014/04/lindungi-ekonomi-rakyat-dari-serbuan-toko-retail.html (783)

Leave a Comment