image998

Bismillah.

Dengan kalimat basmalah, abi (Muhamad Idrus/father of my 4 boys) menerima amanah menjadi caleg DPR RI No. 4, dari PKS untuk Dapil III: Jakarta Utara, Jakarta Barat & Kepulauan Seribu. Saya sebagai istri cukup kaget dan agak shock ketika beberapa bulan yg lalu hal ini terjadi. Apalagi saat itu ditengah gonjang ganjing yang sempat membuat saya semakin apriori dan skeptis thd dakwah politik. Tapi saya yakin semua ada alasannya.

Life teaches me to be a realis. Tp abi beda. He’s a dreamer. Ketika awal nikah (2002) dengan pedenya ia cerita kelak akan memiliki kendaraan dan rumah sendiri sebelum usia 27. Akan punya perusahaan besar dengan sekian karyawan sebelum usia 30. Akan merenovasi rumah orang tua, membiayai umrah dan haji ortu, memberdayakan masyarakat Cilincing, khususnya Tanah Merdeka, membangun pabrik penyerap tenaga kerja de el el. Semua diungkapkan diusia 24, saat penghasilannya hanya dari usaha warnet, 500rb/bulan, belum punya apa2, masih numpang, dan saya pada posisi diminta berhenti dari kerja yang berpenghasilan hampir 6x lipat penghasilannya.

Tapi Subhanallah, pelan2 semua impiannya terwujud. Dan being a very social person, ia melibatkan banyak orang dalam meraih mimpinya. Ia ingin sukses bersama. Ia selalu berinovasi dan memikirkan cara agar ia dapat memberi lebih pada masyarakat. Dalam bentuk nyata. Lebay? Menurut aku yg cenderung asosial sih iya. Tp itulah abi dengan idealismenya. Always think about others. Salah satunya Alhamdulillah abi telah mencetuskan budidaya jamur dan program pembagian bibit cabe untuk pemberdayaan masyarakat. Dan ditengah pencapaian mimpi2 tsb, datanglah agenda baru dr PKS.

Abi dan saya sdh lama bergelut dengan partai, dr jaman PK sampe sekarang, PKS. Insya Allah keterlibatan kami murni karena da’wah, dan pemahaman bahwa politik adalah salah satu sarana dakwah, bukan sebaliknya. Tapi saat abi diamanahkan mjd caleg, saya langsung istighfar. Apalah abi, sungguh belum pantas rasanya diusung oleh PKS dan bersanding dgn qiyadah2 lain. Resistensi diri muncul. Namun amanah harus dijalankan, dan seperti biasa abi selalu berusaha total dalam menjalankannya. Alhamdulillah seiring waktu, kami berusaha mengambil dan nemberi manfaat dari pencalegan ini, khususnya bagi diri pribadi.

1. Membuat kami menjadi pribadi muslim yang berusaha lebih keras untuk lebih baik kuantitas dan kualitas amalan hariannya. Lebih menjaga diri dari hal2 yg mubah/ syubhat, lebih (berusaha) untuk tawadhu, dan banyak hal lainnya. Karena amanah yg besar menuntut bekal ruhiyah yg besar pula. Dan sejujurnya, saya pribadi sampai saat ini msh berusaha “memantaskan” diri (bahkan) utk sekedar mjd bu caleg(hadeuh..msh jauh bgt nih x|..)

2. Mengedukasi masyarakat tentang politik. Insya Allah, there’ll be no money politics, tidak ada janji dan aksi palsu semata menjelang pemilu. Saya pribadi kaget saat mengetahui bahwa adalah hal yg biasa bagi caleg utk membagi2 uang demi dukungan. Salah seorang tetangga dengan santainya meminta uang min 20rb saat diberi kalender dan booklet (sarana pengenalan diri). Masya Allah..inikah potret politik kita? Dengan uang 20rb tega menggadaikan masa depan bangsa? Abi sendiri bertekad tidak akan bahkan mendekati money politics. Kemenangan bukan yang dicari, yang penting sekarang adalah memanfaatkan momentum untuk mengedukasi masyarakat akan politik yang bersih. Politik yang Insya Allah tulus bekerja untuk masyarakat, karena bagi kami tidak ada sesuatupun yang akan sia2, semua adalah bagian dari ibadah. AYTKTM lah~

3. Mengenal realitas masyarakat lebih dalam. Alhamdulillah dgn terjun langsung ke masyarakat secara intens, abi bisa lebih memahami sekaligus memetik pelajaran2 bermanfaat. Seperti saat ia berkunjung ke rumah salah satu anggota masyarakat yang sangat bersahaja, tapi anaknya diusia 5 thn mampu mengkhatamkan AQ 3 hari sekali dan hafalannya jauh diatas kami berdua. Atau saat bertemu dgn mereka2 yang kurang beruntung tapi tetap semangat dan positif dalam menjalani hidup. Membuat kita kembali merenung, “nikmat Allah yang mana yang kau dustakan?”.

4. Menginspirasi pemberdayaan ekonomi dan pentingnya pendidikan. Berasal dari pinggiran Jakarta dan terbiasa berwirausaha sejak kecil, banyak pelajaran yang bisa diambil dari seorang Muhamad Idrus. Abi berharap mampu memotivasi masyarakat untuk terus berjuang demi kehidupan yang lebih baik.Insya Allah.

Bekerja untuk masyarakat adalah keharusan bagi abi. Jadi atau tidak jadi aleg bukan masalah, yang penting adalah menjadikan momen pencalegan ini sebagai ladang ibadah semaksimal mungkin. Semoga Allah mengikhlaskan hati dan menerima amal kami yang hina dina bergelimangan dosa ini. Aamiin.

Terakhir, saya ingin mengatakan, despite inkompetensi saya sbg ‘bu caleg’,

Muhamad Idrus adalah orang yang Insya Allah tepat utk menjadi aleg DPR.

Untuk mengenal sosoknya lebih dalam silahkan klik

http://muhamadidrus.com/ atau follow twitter @idrus28.

Tak kenal maka tak sayang, so plz DO klik the link.

Terima Kasih.

Tulisan dikirimkan oleh istri saya (Risma Neswati) (170)

Leave a Comment