Ar3Cy5A51VdfalaohtkXB39xr90O02Zw-wfsZ96Yqu-2

Mengenal Lebih Dekat MUHAMAD IDRUS

Muhamad Idrus, pria kelahiran 28 Maret 1978 bertempat di pinggiran Ibu kota DKI Jakarta adalah sosok orang yang berkarir di dunia usaha dari bawah. Tumbuh di lingkungan pesisir semakin menempa naluri    usahanya yang terus tumbuh seiring ia beranjak dewasa. Berjualan pecahan balok es milik perahu nelayan yang ia kumpulkan lalu dijualnya kepada ibu-ibu pedagang ikan di Pasar Mencos Kalibaru merupakan langkah pertamanya mewujudkan mimpi sebagai pengusaha, meski kala itu dirinya masih duduk di bangku kelas tiga SD. Tidak sampai disitu, Idrus kecil mencoba peruntungan lain dengan menjual es lilin dengan modal dari uang yang ia kumpulkan. Menginjak usia remaja, semakin bertambah minat dan pengalamannya dalam berbisnis.

Di bangku SMA, Ia belajar dan aktif dalam organisasi sekolah dengan tidak menghalangi semangatnya dalam berbisnis. Ia berdagang barang apa saja yang ia beli dari Pasar Ular Plumpang, kemudian menjualnya pada teman-teman nya di sekolah. Naluri bisnisnya terbukti semakin terasah, dengan habisnya semua dagangan yang Ia jual.

Namun yang menarik dari seorang Idrus adalah di tengah kesibukannya, Ia tidak melupakan kehidupan bersosialisasi dengan  masyarakat dengan berperan aktif di remaja masjid di lingkungannya. Sambil menyelesaikan kuliah di Fakultas Teknik Metalurgi Universitas Indonesia (UI), beliau menyempatkan diri  mengajar di MTs Al-Mubasyirien Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara.

Sosok Pemuda Inspiratif seperti Muhamad Idrus memang patut untuk dicontoh, diusianya yang masih terbilang muda ia telah memimpin berbagai perusahaan yang ia miliki, namun semua itu tidak dibangun dengan sekejap tapi melalui proses jatuh bangun dan jungkir balik.

Dalam dunia organisasi bisnis maupun sosial dan keagamaan Idrus juga aktif seperti di Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Ketua Lembaga Ekonomi Pimpinan Wilayah Nahdatul Ulama (PWNU) Provinsi DKI Jakarta, Ketua Koperasi Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi DKI Jakarta, dan lain-lain. Tak hanya itu Idrus juga pernah mendapatkan penghargaan dari Ikatan Alumni Teknik Metalurgi  Universitas Indonesia dalam kontribusinya kepada ILUNI Teknik UI.

Dalam kehidupan keluarga yang Ia bangun, Muhamad Idrus dikaruniai empat orang anak yang kesemuanya adalah laki-laki dari pernikahannya bersama Risma Neswati yang merupakan seorang aktivis ITB Bandung dan lulusan cumlaude matematika dari kampus tersebut. Meminang seorang lulusan cumlaude matematika tak membuat Idrus meminta istrinya bekerja, namun  memintanya melakukan hal yang lebih mulia yaitu sebagai ibu rumah tangga untuk mengasuh anak-anak, dan membina Ibu-Ibu Majelis Ta’lim. Keluarga ini tinggal dengan harmonis di Kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Muhamad Idrus sosok yang begitu akrab dengan aktivitas sosial dalam membantu sesama, memiliki mimpi membangun Rumah Sakit Tanpa Kasir. Mimpi itu diwujudkan dengan menjadi penyandang dana Rumah Sakit Ibnu Sina. Sebuah rumah sakit yang lebih mengedepankan pelayanan untuk masyarakat kurang mampu daripada sekedar mengejar keuntungan. Rumah Sakit yang hampir 100% pasiennya adalah mereka yang hidup kekurangan. Bagi Muhamad Idrus mendapati pasien rumah sakitnya dapat tersenyum kembali adalah kebahagiaan yang tak terkira. (1352)

Leave a Comment